Bangkalan – STIT Miftahul Ulum Bangkalan secara resmi melaksanakan Pemberangkatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Dedikatif Tahun Akademik 2025/2026 pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula kampus ini dihadiri oleh jajaran pimpinan, pengasuh yayasan, dosen pembimbing lapangan (DPL), panitia KKN, serta seluruh mahasiswa peserta KKN.
Kegiatan pemberangkatan ini menjadi awal bagi mahasiswa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program yang berorientasi pada bidang pendidikan, keagamaan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Sebelum diberangkatkan ke lokasi KKN, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan guna mempersiapkan diri menghadapi berbagai kondisi di lapangan.
Dalam sambutannya, pimpinan STIT Miftahul Ulum Bangkalan menegaskan bahwa Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi teladan, membawa solusi, serta membangun sinergi dengan masyarakat melalui program kerja yang bermanfaat.
Pesan Pengasuh Yayasan (Kyai)
Pengasuh Yayasan Miftahul Ulum dalam arahannya berpesan agar seluruh mahasiswa senantiasa menjaga niat dalam melaksanakan KKN sebagai bentuk ibadah dan pengabdian kepada umat.
"Niatkan seluruh aktivitas KKN sebagai ibadah karena Allah SWT. Jadilah mahasiswa yang mampu memberi manfaat di tengah masyarakat, menjaga akhlak, menghormati tokoh agama, pemerintah desa, serta seluruh warga. Di mana pun kalian berada, kalian membawa nama baik keluarga, pesantren, dan almamater STIT Miftahul Ulum Bangkalan."
Beliau juga mengingatkan agar mahasiswa selalu menjaga kedisiplinan, kekompakan, dan menjadikan setiap tantangan di lapangan sebagai proses pembelajaran untuk membentuk karakter kepemimpinan yang bertanggung jawab.
Selain itu, Kyai berpesan agar mahasiswa aktif membangun komunikasi dengan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun budaya. Menurut beliau, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun hubungan baik dan meninggalkan kesan positif di tengah masyarakat.
Pesan Ibu Nyai
Sementara itu, Ibu Nyai memberikan pesan agar mahasiswa senantiasa menjaga adab, kesopanan, dan nama baik almamater selama berada di lokasi KKN.
"Jagalah tutur kata, sikap, dan perilaku di mana pun kalian berada. Hormatilah orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh warga desa. Jadilah pribadi yang ramah, santun, serta ringan tangan dalam membantu masyarakat. Akhlak yang baik akan lebih mudah diterima daripada sekadar ilmu yang banyak."
Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ibadah selama menjalankan KKN, mulai dari salat berjamaah, membaca Al-Qur'an, hingga memperbanyak doa agar seluruh kegiatan mendapatkan keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.
Di akhir pesannya, Ibu Nyai berharap seluruh mahasiswa dapat kembali ke kampus dengan membawa pengalaman, ilmu, serta kedewasaan yang lebih baik setelah berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Acara pemberangkatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pengasuh yayasan, memohon keselamatan, kesehatan, kelancaran, dan keberkahan bagi seluruh peserta KKN selama melaksanakan pengabdian di lokasi masing-masing.
Melalui KKN Dedikatif Tahun Akademik 2025/2026, STIT Miftahul Ulum Bangkalan berharap mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, memperkuat nilai-nilai keislaman, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius, mandiri, dan berdaya saing.
Dengan semangat "Mengabdi dengan Ilmu, Berkarya dengan Dedikasi, dan Menginspirasi Masyarakat", seluruh peserta KKN secara resmi diberangkatkan menuju lokasi pengabdian untuk menjadi duta kampus yang membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat eksistensi STIT Miftahul Ulum Bangkalan sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen pada pendidikan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.