Era Digital Mengubah Segalanya

Zaman sekarang, teknologi digital telah mengubah cara kita memperoleh dan menyebarkan informasi. Informasi mengalir dengan sangat cepat dan mudah diakses oleh siapa saja. Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar itu benar. Banyak berita palsu atau hoaks yang ikut tersebar bersama informasi yang valid. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi institusi pendidikan, terutama pendidikan Islam seperti STIT Miftahul Ulum Bangkalan.

Generasi muda saat ini, termasuk mahasiswa, lebih sering mendapatkan informasi dari media sosial dan platform digital lainnya. Mereka terbiasa dengan informasi yang instan dan mudah dicerna. Namun, kebiasaan ini juga membawa risiko. Tanpa kemampuan literasi yang baik, mereka bisa terpengaruh oleh informasi yang salah, termasuk pemahaman agama yang menyimpang atau ekstrem.

Kekayaan Tradisi Literasi Islam

Islam sebenarnya memiliki tradisi literasi yang sangat kaya dan telah berkembang sejak zaman dahulu. Para ulama menulis kitab-kitab, melakukan kajian mendalam, dan menyebarkan ilmu melalui jalur yang jelas dan terpercaya yang disebut sanad. Kitab kuning, yang merupakan warisan ilmu pengetahuan Islam, tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi juga mengajarkan sopan santun dan akhlak yang baik.

Tradisi ini mengajarkan nilai-nilai penting seperti menjaga rantai transmisi ilmu yang benar, memahami sesuatu secara mendalam, dan menjaga integritas moral. Meskipun zaman sudah berubah ke era digital, nilai-nilai ini tetap penting dan relevan. Bahkan, nilai-nilai ini bisa menjadi dasar yang kuat untuk membangun literasi digital yang bertanggung jawab, di mana setiap informasi dianalisis dengan teliti dan diverifikasi berdasarkan prinsip-prinsip Islam yang benar.

Strategi Menghidupkan Kembali Literasi Islam

STIT Miftahul Ulum Bangkalan perlu mengambil langkah-langkah konkret untuk menghidupkan kembali tradisi literasi Islam sambil beradaptasi dengan perkembangan digital. Langkah pertama adalah mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Kampus perlu mengembangkan perpustakaan digital yang kaya akan literatur Islam, baik klasik maupun kontemporer. Platform diskusi online juga bisa dimanfaatkan untuk kajian-kajian yang lebih mendalam.

Selanjutnya, institusi ini perlu aktif memproduksi konten digital Islami yang berkualitas. Konten-konten tersebut harus moderat, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh generasi digital. Format kontennya bisa beragam, mulai dari artikel, video, podcast, hingga infografis yang menarik.

Yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam literasi digital. Mereka perlu dibekali kemampuan untuk mencari, mengevaluasi, dan memproduksi informasi secara digital. Pemahaman mendalam tentang literasi Islam juga harus terus diperkuat agar mereka bisa menjadi agen penyebar literasi yang efektif.

Kolaborasi dengan pesantren dan komunitas keagamaan juga sangat penting. Pesantren bisa menjadi pusat pengembangan konten dan kajian digital, sementara komunitas bisa menjadi wadah untuk menyebarkan informasi yang valid dan moderat kepada masyarakat luas.

Membangun Budaya Berkualitas

Menghidupkan kembali literasi Islam bukan hanya soal beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga tentang membangun budaya berkualitas di STIT Miftahul Ulum Bangkalan. Literasi Islam yang kuat akan membantu mahasiswa memahami ajaran agama secara komprehensif dan moderat, sehingga terhindar dari pemahaman yang ekstrem atau radikal.

Kemampuan literasi yang baik juga akan meningkatkan kualitas akademik mahasiswa dan dosen. Mereka akan lebih mampu melakukan riset-riset yang inovatif dan relevan dengan isu-isu masa kini. Selain itu, literasi Islam yang kuat akan membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas, berpikir kritis, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Para lulusan nantinya diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam masyarakat melalui dakwah digital yang konstruktif. Mereka bisa menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan moderasi kepada masyarakat luas, menjadi agen perubahan positif di tengah derasnya arus informasi digital.

Masa Depan yang Cerah

Menghidupkan kembali tradisi literasi Islam di era digital adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda. Bagi STIT Miftahul Ulum Bangkalan, ini adalah kesempatan emas untuk memperkuat identitasnya sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul dan tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Kombinasi antara tradisi yang kaya dan inovasi teknologi akan menjadi kunci keberhasilan. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh civitas akademika, STIT Miftahul Ulum Bangkalan dapat membangun budaya berkualitas yang kokoh. Institusi ini bisa melahirkan generasi yang tidak hanya cakap dalam menggunakan teknologi digital tetapi juga memiliki pemahaman Islam yang mendalam dan moderat. Para lulusan akan mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara di masa depan.

[Tabik]

Moh. Fanani, M.Fill.I.